STABILITY OF WHEAT GENOTYPES ADAPTED IN TROPICAL MEDIUM AND LOWLAND

April 18th, 2013 No comments

STABILITY OF WHEAT GENOTYPES ADAPTED IN TROPICAL MEDIUM AND LOWLAND

Sumeru Ashari1, Budi Waluyo1, Izmi Yulianah1, Niken Kendarini1 and  Mohammad Jusuf2

1Department of Agronomy Faculty of Agriculture, University of Brawijaya

2Indonesian Legumes and Tuber Crops Research Institute (ILETRI)

Jln. Veteran Malang, Indonesia Phone +62-341-551611, email : sumeru.fp@ub.ac.id

 

 

ABSTRACT

 

Wheat (Triticum aestivum L.) is an important and strategic commodity in Indonesia. However, environment is one of limiting factor for wheat planting in the tropics. The research objective was to select wheat genotypes that can adapt on the medium and low plains. Twenty-seven genotypes and three varieties of wheat were grown in four locations in the medium and low plains since June-October 2009. Experiments using a randomized complete block design repeated three times. Analysis of variance performed at each location followed by a test of homogeneity of error range, the combined analysis of variance and yields stability analysis. Genotype x environment interaction significantly affecting yield. Stable genotypes and widely adaptable across locations were G-1 (1.94 t.ha-1), G-20 (1.24 t.ha-1), H-14 (1.85 t.ha-1), H-19 (1.59 t.ha-1), H-20 (1.69 t.ha-1), H-21 (1.48 t.ha-1), 162 (1.62 t.ha-1), 80 (1.63 t.ha-1), 82 (1.78 t.ha-1), 91 (1.49 t.ha-1), and 142 (1.45 t.ha-1). Genotypes adapted in productive environment were G-18 (1.23 t.ha-1), G-19 (1.63 t.ha-1), 185 (1.30 t.ha-1), 40 (1.33 t.ha-1) and 42 (1.52 t.ha-1). Genotypes adapted in marginal environments were 28 (2,22 t.ha-1), H-1 (1.61 t.ha-1), H-8 (1.65 t.ha-1) and H-16 (1.68 t.ha-1). Genotype was selected as a material improvement in the wheat breeding in medium and lowland of tropical regions.

Keywords: wheat selection, tropical, yield stability and adaptability

Read more…

Categories: research Tags:

Seminar Sinkronisasi Durian

April 18th, 2013 No comments

Sinkronisasi durian:

MEMBANGKITKAN AGRIBISNIS DURIAN UNGGUL LOKAL NUSANTARA

(D’KALTARA) UNTUK PASAR GLOBAL

 

 

*Prof.Ir.Sumeru Ashari, M.Agr.SC.,PhD

 

Durian Research Centre

Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

(DRC-FPUB)

 

 

RINGKASAN

 

Durian unggul lokal Nusantara (d’kaltara) yang sudah dirilis oleh pemerintah c.q Departemen Pertanian sampai dengan tahun 2008 sebanyak 67. Namun belum ada yang dikembangkan, karenanya tidak dikenali masyarakat. Justru masyarakat lebih mengenali durian Mothong, sehingga durian asal impor tersebut mendominasi pasar nasional. Sudah waktunya d’kaltara dikembangkan. Durian unggul lokal Nusantara spesifik lokasi, musim buahnya setiap daerah berbeda, rasanya enak dan harganya mahal. Mengembangkan d’kaltara berarti ikut melestarikan plasma nutfah, mencegah pemanasan global, mensejahterakan petani, menambah devisa negara dan menegakkan jatidiri bangsa. Karakter durian yang spesifik serta perbedaan musim dengan negara tetangga yang tropis memungkinkan ekspor d’kaltara ke luar negeri.

Pengembangan d’kaltara harus dimulai dari perbanyakan pohon induk yang asli (true to type) oleh petani sendiri dan dikembangkan di lokasi asalnya. Peran pemerintah daerah dalam hal ini sangat penting dalam mendukung eksplorasi kekayaan sumberdaya alam dan sekaligus pengembangannya dalam upaya peningkatan pendapatan daerah. Selain menyediakan fasilitas budidaya, peraturan daerah yang lebih berpihak kepada petani agar buah d’kaltara bisa masuk ke supermarket dimasing-masing daerah sangat diperlukan.

 

־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־־

* Disampaikan dalam Sinkronisasi Pengembangan Durian

  Hotel Permata, Jl. Pajajaran, Baranangsiang, Bogor. 25-27 Juni 2009

**D’kaltara adalah durian unggul lokal se Nusantara baik yang sudah dilepas pemerintah maupun yang belum

Read more…

Categories: research Tags: